Info Regional
Perkuat Diversifikasi Bisnis, KAI Logistik Kembangkan Pergudangan Strategis di Bandung dan Purwokerto
Jakarta (Bindo.id) – PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) memperkuat strategi diversifikasi bisnis melalui pengembangan dua pergudangan di Bandung dan Purwokerto yang ditargetkan rampung pada akhir 2026. Pengembangan ini merupakan langkah Perusahaan dalam memperluas portofolio bisnis sekaligus menangkap peluang kebutuhan fasilitas pergudangan yang semakin beragam dalam ekosistem logistik nasional.
Pengembangan tersebut sejalan dengan dinamika industri logistik nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirangkum dalam publikasi Kementerian Keuangan, lapangan usaha transportasi dan pergudangan Indonesia tumbuh sebesar 5,65% secara tahunan pada Triwulan II 2026.[1] Pertumbuhan ini mencerminkan perkembangan aktivitas di sektor yang mendukung pergerakan barang dan mobilitas masyarakat.
Direktur Pengembangan Usaha KAI Logistik, Aniek Dwi Deviyanti menyampaikan “Pengembangan gudang di Bandung dan Purwokerto tidak hanya ditujukan untuk menambah kapasitas usaha, tetapi juga memperkuat portofolio bisnis KAI Logistik melalui penyediaan fasilitas yang memiliki nilai tambah bagi pelanggan. Dengan lokasi yang dekat dengan stasiun, fasilitas pendukung yang memadai, serta cold storage dan panel surya, kami ingin menghadirkan alternatif pergudangan yang relevan dengan kebutuhan industri,” ujarnya.
Pergudangan Purwokerto memiliki luas bangunan dan fasilitas sebesar 1.570 m², sementara pergudangan Bandung memiliki luas 1.115 m². Keduanya berlokasi dekat dengan stasiun, sehingga memiliki keunggulan dari sisi konektivitas dengan jaringan perkeretaapian. Salah satu keunggulan kedua gudang adalah keberadaan cold storage, yaitu fasilitas penyimpanan dengan pengaturan suhu untuk menjaga kualitas komoditas yang memerlukan kondisi penyimpanan tertentu. Dalam rantai pasok, cold storage berperan penting untuk membantu menjaga mutu produk dan mengurangi risiko kerusakan akibat kondisi suhu yang tidak sesuai. Fasilitas ini merupakan salah satu komponen penting dalam sistem cold chain atau rantai pasok dingin, khususnya untuk komoditas yang membutuhkan penanganan dan penyimpanan khusus.
“Bagi Pelanggan kami, ketersediaan cold storage memberikan alternatif akses terhadap infrastruktur penyimpanan berpendingin tanpa perlu melakukan investasi awal untuk membangun fasilitas serupa. Hal ini dapat membantu pelaku usaha menyesuaikan kebutuhan ruang dan fasilitas dengan karakteristik komoditas serta skala bisnisnya,” lanjut Aniek.
Sejalan dengan komitmen terhadap keberlanjutan, KAI Logistik menghadirkan panel surya pada kedua fasilitas pergudangan sebagai langkah untuk mendorong pemanfaatan energi terbarukan. Inisiatif ini mencerminkan upaya Perusahaan dalam mempertimbangkan aspek lingkungan tidak hanya dalam layanan logistik, tetapi juga dalam pengembangan infrastruktur pendukung bisnis.
Lebih lanjut, gudang juga dilengkapi dengan fasilitas penunjang yang mencakup sistem racking, fasilitas lainnya meliputi kamera pengawas (CCTV), generator set (genset) sebagai sumber listrik cadangan, AC pada area yang membutuhkan, ruang kantor, sistem keamanan, serta akses jalan selama 24 jam. Kombinasi fasilitas pergudangan, aksesibilitas, keamanan, dan pemanfaatan energi surya menjadi nilai tambah dalam pengembangan aset yang tidak hanya mempertimbangkan fungsi komersial, tetapi juga aspek efisiensi dan keberlanjutan.
“Ke depan, pengembangan aset pergudangan diharapkan dapat memperluas jangkauan kemitraan KAI Logistik dengan pelaku industri, mengoptimalkan pemanfaatan aset, serta mendukung terbentuknya rantai pasok yang semakin terhubung. Dengan mengedepankan lokasi strategis, fasilitas yang relevan dengan kebutuhan pasar, dan dukungan terhadap efisiensi energi, KAI Logistik terus memperkuat fondasi bisnis untuk tumbuh secara berkelanjutan sekaligus memberikan nilai tambah bagi pelanggan” tutup Aniek.(ahmad)
Ikuti berita terkini dari BINDO di
YouTube, dan Dailymotion
