Transportasi
18 Tahun KAI Commuter, Terus Bertransformasi dan Berinovasi Layani 1,4 Juta Pengguna per Hari
Jakarta (Bindo.id) – Sejak memulai perjalanan transformasinya pada tahun 2008, PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter) terus mencatatkan pertumbuhan signifikan sebagai tulang punggung transportasi publik masa kini. Kepercayaan masyarakat terus meningkat. Tercatat 127 juta pengguna di tahun 2010, kini melonjak hingga melampaui 400 juta pengguna sepanjang tahun 2025. Saat ini, menurut Direktur Utama KAI Commuter, Purnomo Sidi, moda transportasi ini melayani rata-rata 1,4 juta pengguna setiap harinya.
Ia menambahkan, seiring pertumbuhan operasional dan perluasan wilayah layanan, pada tahun 2017 perusahaan yang sebelumnya bernama PT Kereta Commuter Jabodetabek (KCJ) resmi bertransformasi, berganti nama menjadi PT Kereta Commuter Indonesia (KCI). “Langkah ini juga menjadi tonggak penting yang menandai komitmen perusahaan untuk melayani masyarakat melalui cakupan wilayah yang lebih luas,” Purnomo menegaskan.
Di sisi lain, Purnomo juga menyampaikan bahwa saat ini layanan Commuter Line telah berekspansi jauh ke berbagai wilayah penyangga, melayani mobilitas masyarakat di Merak, Bandung Raya, Kutoarjo, Yogyakarta hingga Palur, dan Surabaya. Ekspansi ini juga mencakup layanan Commuter Line Basoetta yang terintegrasi untuk menghubungkan pusat kota Jakarta langsung dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Jangkauan jaringan KAI Commuter kini membentang melintasi 213 stasiun yang terbagi ke dalam lima wilayah operasional. Demi memastikan setiap perjalanan dapat dimulai dengan kesiapan sarana yang maksimal, operasional kereta didukung oleh lima depo utama serta sebelas PUKRL (Pos Urusan Kereta Listrik). “Di fasilitas inilah seluruh sarana perkeretaapian diperiksa, dirawat, dan dipersiapkan secara ketat setiap harinya,” jelas Purnomo.
Dari layanan dan kenyamanan pengguna, KAI Commuter juga terus memberikan layanan yang terbaiknya. Peningkatan fasilitas pengguna dan peremajaan sarana KRL juga terus dilakukan. Integrasi layanan dan integrasi sistem ticketing juga terus ditingkatkan. Penggunaan Qris-tap juga sudah bisa digunakan pengguna.
Dari sisi keamanan penggunaan sistem CCTV analytic juga telah tersebar di seluruh stasiun Commuter Line Jabodetabek dan Yogyakarta yang dapat meningkatkan keamanan dalam perjalanan pengguna Commuter Line.
Di Ulang tahunnya ke-18, KAI Commuter melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) menerapkan penggunaan Reverse Vending Machine (RVM) di lima stasiun Commuter Line Jabodetabek. Dengan penggunaan RVM ini KAI Commuter berkomitmen untuk menindaklanjuti program keberlanjutan dalam mendukung pelestarian lingkungan. Terutama menjaga dari bahaya sampah kemasan botol plastik yang dihasilkan oleh pengguna selama menggunakan Commuter Line.
“Pengguna akan mendapatkan poin 100 untuk setiap botol plastik yang bisa ditukarkan dengan saldo melalui KMT untuk pembayaran tiket Commuter Line,” tambah Purnomo.
Pada program berkelanjutan atau program Sustainable Development Goals (SDGs) ini juga, KAI Commuter melakukan proses daur ulang seragam dinas bekas yang dikumpulkan oleh seluruh pegawainya. Proses daur ulang seragam dinas pegawai ini menghasilkan kain batik khas KAI Commuter yang bertema “Batik Laras Budaya Commuter.”
Desain batik ini merepresentasikan perpaduan antar budaya bangsa dengan mobilitas pengguna Commuter Line yang heterogen dari lintas generasi, namun tetap selaras, seimbang, dan harmonis dalam satu perjalanan.
KAI Commuter juga terus berinovasi menghadirkan berbagai layanan tambahan yang dirancang untuk membuat perjalanan pengguna Commuter Line menjadi semakin mudah diakses, cepat dan efisien.
Di HUT ke-18 ini KAI Commuter berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan andal demi mendukung pergerakan masyarakat indonesia menuju masa depan transportasi yang lebih baik(ahmad)
Ikuti berita terkini dari BINDO di
YouTube, dan Dailymotion
