Transportasi
Menapaki 81 Tahun KAI, Perjalanan Tiket Kereta dari Loket hingga Access by KAI
Jakarta (Bindo.id) – Sebuah tiket kereta api menyimpan cerita panjang perjalanan masyarakat Indonesia. Dahulu, tiket menjadi bagian dari pengalaman perjalanan yang diperoleh langsung melalui loket stasiun. Kini, masyarakat dapat merencanakan perjalanan, membeli tiket, hingga mengakses berbagai layanan melalui satu aplikasi digital.
Menjelang Hari Ulang Tahun ke-81 PT Kereta Api Indonesia (Persero) pada 28 September 2026, KAI mengajak masyarakat melihat kembali perjalanan transformasi layanan tiket yang berkembang mengikuti perubahan teknologi dan kebutuhan pelanggan.
Pada masa awal perkeretaapian Indonesia, stasiun menjadi pusat utama pelayanan perjalanan. Masyarakat datang langsung ke loket untuk memperoleh informasi jadwal, memilih perjalanan, melakukan pembayaran, dan mendapatkan tiket fisik sebagai tanda perjalanan.
Tiket pada masa tersebut menjadi bagian dari pengalaman masyarakat menggunakan kereta api. Informasi perjalanan tercetak pada lembar tiket yang dibawa pelanggan hingga menuju tujuan. Loket stasiun menjadi ruang interaksi antara petugas dan pelanggan sebelum perjalanan dimulai.
Seiring meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat, pelayanan tiket terus mengalami perkembangan. KAI mulai melakukan modernisasi sistem pelayanan melalui pemanfaatan teknologi reservasi untuk meningkatkan kemudahan akses masyarakat dalam memperoleh tiket perjalanan.
Perubahan berikutnya terjadi ketika layanan pembelian tiket mulai berpindah dari sistem tatap muka menuju kanal digital. Masyarakat mulai dapat melakukan pemesanan perjalanan melalui berbagai platform elektronik tanpa harus datang langsung ke stasiun.
Pada 2014, KAI menghadirkan aplikasi KAI Access sebagai langkah pengembangan layanan perjalanan berbasis digital. Kehadiran aplikasi tersebut menjadi bagian dari perubahan cara masyarakat melakukan pemesanan tiket kereta api.
Perjalanan transformasi digital kemudian berkembang melalui kehadiran Access by KAI sebagai platform yang mengintegrasikan berbagai kebutuhan perjalanan pelanggan dalam satu aplikasi.
Melalui Access by KAI, pelanggan dapat melakukan pembelian tiket, melihat jadwal perjalanan, memilih tempat duduk, memperoleh informasi perjalanan, menggunakan fitur Trip Planner, hingga mengakses berbagai layanan pendukung perjalanan.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan perkembangan layanan tiket menggambarkan bagaimana kereta api terus mengikuti perubahan masyarakat.
“Perjalanan tiket kereta api menjadi bagian dari cerita panjang transformasi KAI. Dari pelayanan melalui loket stasiun hingga layanan digital dalam satu aplikasi, setiap tahap menunjukkan bagaimana KAI terus menyesuaikan diri dengan kebutuhan pelanggan,” ujar Anne.
Perubahan perilaku pelanggan terlihat dari tingginya penggunaan layanan digital. Pada Semester I 2026, Access by KAI mencatat 17.009.374 transaksi tiket KA Jarak Jauh dan KA Lokal, atau sekitar 76,34 persen dari total transaksi melalui seluruh kanal penjualan.
Dari sisi penjualan tiket, Access by KAI melayani 24.544.468 tiket KA Jarak Jauh dan KA Lokal pada Semester I 2026, atau sekitar 73,68 persen dari total penjualan tiket layanan tersebut.
Perkembangan penggunaan aplikasi juga terlihat dari jumlah pengguna. Hingga 30 Juni 2026, Access by KAI memiliki 30.449.049 pengguna terdaftar, dengan total unduhan mencapai 41.011.320 kali.
Transformasi layanan perjalanan kemudian berkembang menuju pengalaman yang semakin praktis melalui teknologi digital lainnya. Salah satunya adalah Face Recognition Boarding Gate yang memungkinkan proses boarding dilakukan secara lebih mudah. Pada Semester I 2026, fasilitas tersebut telah digunakan oleh 5.555.034 pelanggan KA Jarak Jauh.
Anne Purba menyampaikan bahwa perkembangan layanan tiket merupakan bagian dari perjalanan panjang menghadirkan pengalaman perjalanan yang semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Kereta api tumbuh bersama perubahan zaman. Tiket yang dahulu menjadi lembar perjalanan fisik kini berkembang menjadi layanan digital yang membantu pelanggan merencanakan perjalanan secara lebih mudah,” kata Anne.
Selama 81 tahun perjalanan KAI, perubahan sistem tiket menjadi salah satu bagian yang merekam perkembangan perkeretaapian Indonesia. Dari loket stasiun, sistem reservasi, tiket elektronik, hingga Access by KAI, setiap inovasi menjadi bagian dari perjalanan panjang menghadirkan layanan kereta api yang semakin dekat dengan masyarakat.(ahmad)
Ikuti berita terkini dari BINDO di
YouTube, dan Dailymotion
