Info Regional
Pelayanan Publik Di Pemkab Tulungagung Tetap Normal Meskipun Beberapa Ruangan Disegel KPK
Tulungagung, Bindo.id – Terlihat berbeda suasana di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung pada Senin (13/04/2026) pagi.
Setelah Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepada Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo pada Jumat (10/4/2026), beberapa ruangan di kantor pemerintahan kondisinya disegel pada Senin.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Tulungagung Soeroto telah memastikan roda pemerintahan dan pelayanan ke masyarakat tak terganggu.
Mengawali pekan ini, Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Tulungagung tetap menjalankan apel pagi seperti biasanya.
Pj Sekda Tulungagung Soeroto memimpin langsung apel tersebut.
Sebelumnya, Soeroto juga sempat menjalani pemeriksaan penyidik KPK di Mapolres Tulungagung pada Jumat malam sampai Sabtu, 11 April 2026, dini hari.
Pada arahannya, Soeroto menegaskan tentang pentingnya profesionalitas di tengah situasi yang sedang terjadi.
Ia mengatakan kinerja ASN harus tetap berjalan normal walaupun sejumlah akses ruangan terbatas imbas penyegelan yang dilakukan tim Lembaga Antirasuah tersebut.
“Pelayanan publik tidak boleh terhenti. Semua harus berjalan seperti biasa,” ujar Pj Sekda Kabupaten Tulungagung Soeroto, setelah apel di kantor Pemkab Tulungagung.
Tampak segel KPK terpasang di beberapa ruangan. Ruang kerja di kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tulungagung, termasuk juga ruang Kepala Dinas, saat ini dalam penguasaan penyidik KPK.
Sampai saat ini, belum tampak ada aktivitas penggeledahan lanjutan dari tim KPK di ruangan-ruangan itu.
Soeroto mengaku belum mengetahui tentang jumlah pasti ruangan yang disegel sebab ada kendala teknis di hari libur sebelumnya.
ASN yang ruang kerjanya tersegel, pemerintah daerah sudah memberi instruksi khusus supaya mereka tetap produktif.
“Untuk yang (ruangannya) disegel, sementara waktu belum bisa digunakan. ASN (Aparatur Sipil Negara) dapat menggunakan ruangan atau tempat lain untuk bekerja,” tutur Soeroto.
Kawasan Pendopo Kabupaten Tulungagung yang jadi lokasi Bupati Gatut Sunu terjaring OTT, saat ini tertutup rapat.
Pintu gerbang yang biasanya terbuka untuk umum saat ini dijaga ketat anggota Satpol PP.
Tenyang kekosongan pucuk pimpinan di Kabupaten Tulungagung, Soeroto menyebutkan pihaknya masih melakukan koordinasi bersama pemerintah pusat.
“Mengenai koordinasi pucuk pimpinan, kami masih menunggu keputusan dari pusat. Begitu ada keputusan, akan segera kami tindak lanjuti,” ujar Soeroto.
Tentang keberadaan belasan pejabat beserta staf yang sebelumnya dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta, Soeroto mengatakan mereka kemungkinan besar sedang dalam perjalanan kembali ke Tulungagung.
“Beberapa orang yang ke Jakarta kemungkinan masih dalam perjalanan kembali, sehingga hari ini belum hadir di kantor,” ujar Soeroto.
Ikuti berita terkini dari BINDO di
YouTube, dan Dailymotion
