Otomotif
Power Steering Masih Normal Tapi Setir Mobil Terasa Berat
Jakarta, Bindo.id – Kerusakan power steering sering dikaitkan penyebab setir mobil terasa berat
Akan tetapi pada banyak kasus, sistem ini sebenarnya masih bekerja, namun performanya tak maksimal sebab beberapa faktor teknis yang sering luput dari perhatian pemilik kendaraan.
Kata Putera yang merupakan pemilik DSP Powersteering di Tangerang, ada beberapa penyebab umum yang menyebabkan setir terasa berat walaupun power steering masih aktif.
Kondisi tersebut dapat terjadi pada sistem hidrolik ataupun elektrik (EPS).
“Banyak yang mengira langsung rusak total, padahal belum tentu. Biasanya ada penurunan performa karena tekanan fluida tidak maksimal, belt mulai kendor, atau sensor di EPS yang mulai bermasalah,” ujar Putera, Kamis (26/3/2026).
Sistem power steering hidrolik, salah satu penyebab paling umum yakni tak stabilnya tekanan fluida. Hal tersebut dapat disebabkan volume oli yang berkurang, menurunnya kualitas oli, atau ada kebocoran di selang.
Saat tekanan tak tercapai, bantuan putaran setir jadi tak maksimal sehingga terasa lebih berat, khususnya saat kecepatan rendah.
Kondisi belt atau v-belt yang menghubungkan pompa power steering dengan mesin juga memiliki pengaruh besar. Belt yang mulai aus atau kendor akan menyebabkan putaran pompa tak optimal. Ham ini membuat tekanan fluida yang dihasilkan ikut menurun.
Sistem Electric Power Steering (EPS), masalah sering kali asalnya dari sensor atau motor elektrik itu sendiri.
Sensor yang tak membaca sudut kemudi dengan akurat dapat mengakibatkan bantuan tenaga tak keluar sesuai dengan kebutuhan.
Sehingga, setir akan terasa lebih berat atau bahkan tak konsisten.
“Kalau EPS, seringnya di sensor atau modulnya. Kadang bukan mati total, tapi responsnya jadi berat sebelah atau telat bantu,” tutur Putera.
Faktor lain yang juga memiliki pengaruh yakni kondisi kaki-kaki dan ban.
Tekanan angin ban yang kurang, ukuran ban yang tak sesuai, ataupun masalah di komponen misalnya tie rod dan rack steer bisa menambah beban kerja sistem power steering.
Sehingga, penting bagi pemilik kendaraan agar tak langsung menyimpulkan kerusakan besar ketika setir terasa berat.
Pemeriksaan secara keseluruhan, mulai dari fluida, belt, maupun sistem elektronik, perlu dilakukan demi memastikan sumber masalah secara tepat.
Dengan perawatan yang rutin serta diagnosis yang akurat, performa power steering dapat tetap optimal. Kenyamanan berkendara juga akan tetap terjaga.
Ikuti berita terkini dari BINDO di
YouTube, dan Dailymotion
