Connect with us

Kesehatan

Jangan Tunggu Parah! Kenali Penyebab dan Cara Mencegah Osteoporosis Sejak Dini

Published

on

apa itu osteoporosis

Kesehatan, Bindo.id – Sebagian orang beranggapan bahwa osteoporosis adalah penyakit yang rentan mengincar orang-orang berusia lanjut (lansia), terutama wanita. Padahal, penyakit ini juga dapat menyerang siapa saja walaupun masih berusia muda.

World Health Organization (WHO) memasukkan osteoporosis ke dalam daftar 10 penyakit degeneratif utama di dunia. Hal ini disebabkan prevalensi osteoporosis yang terus meningkat dari tahun ke tahun. WHO memperkirakan ada sekitar 200 juta penduduk dunia yang terkena osteoporosis.

Di Indonesia sendiri, Kementerian Kesehatan mencatat prevalensi penderita osteoporosis usia 50-70 tahun mencapai 23%. Sementara, penderita pada usia lebih dari 70 tahun mencapai 53%.

Merujuk lebih dalam pada data Kementerian Kesehatan, tingkat risiko seseorang terkena osteoporosis mencapai 19,7 %. Artinya, dari tiap 5 penduduk Indonesia, 2 di antaranya sangat berisiko terkena osteoporosis.

Osteoporosis disebut sebagai salah satu silent disease karena seringkali tidak bergejala. Di tahap awal, penderita tidak merasakan nyeri sehingga masih dapat beraktivitas seperti biasa.

Penderita baru menyadari penyakit ini ketika sudah semakin parah, atau saat melakukan aktivitas tertentu yang kemudian menyebabkan patah tulang (fraktur).

Lalu, apakah ada cara untuk mencegah osteoporosis? Tentu saja ada. Yang pertama adalah dengan memahami dulu apa itu osteoporosis dan faktor penyebabnya. Kemudian, pahami cara-cara pencegahannya sejak dini.

Apa yang dimaksud dengan osteoporosis?

Osteoporosis adalah suatu kondisi menurunnya kepadatan tulang sehingga struktur tulang menjadi lebih tipis, rapuh, dan keropos. Ketika kondisi ini terjadi biasanya tulang menjadi lebih mudah retak atau patah. Osteoporosis juga dapat membuat tubuh menjadi lebih bungkuk.

Di tahap awal, osteoporosis tidak menunjukkan gejala tertentu yang jelas. Namun, ketika sudah mencapai tahap lanjut, osteoporosis membuat seseorang lebih sering merasakan sakit pada tulang-tulangnya. Bahkan, pada tulang lengan, tulang belakang, dan tulang panggul sangat rentan terjadi fraktur.

Baca Juga  Kenali Berbagai Penyakit yang Rentan Menyerang Usai Lebaran dan Cara Mencegahnya

Siapa saja yang dapat terkena osteoporosis? Seiring dengan bertambahnya usia, osteoporosis memang rentan terjadi.

Penyakit ini dapat menyerang siapa saja. Walaupun lebih sering menyerang kaum wanita yang mulai memasuki masa menopause, tetapi pria pun dapat terkena osteoporosis.

Untuk usia, biasanya memang terjadi pada mereka yang sudah usia lanjut. Namun, cukup banyak juga kasus yang menunjukkan bahwa mereka yang berusia muda pun dapat terkena osteoporosis.

Faktor Penyebab Osteoporosis

Lalu, apa sebenarnya penyebab osteoporosis? Melansir dari laman Healthline, ada beberapa penyebab osteoporosis, yaitu:

  1. Faktor usia, terutama di atas 35 tahun.
  2. Jenis kelamin, biasanya lebih rentan menyerang wanita yang sudah memasuki menopause.
  3. Ada keluarga yang memiliki riwayat osteoporosis.
  4. Riwayat fraktur tulang.
  5. Rendahnya konsumsi kalsium dan vitamin D.
  6. Kebiasaan merokok dan minum alkohol berlebihan.
  7. Kurang aktivitas fisik.
  8. Adanya kondisi medis seperti rheumatoid arthritis dan lupus.
  9. Mengonsumsi obat kortikosteroid dalam jangka waktu yang cukup lama.

Cegah Osteoporosis Sejak Dini

Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Jangan menunggu tua baru berpikir untuk menjaga kesehatan tulang. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah osteoporosis sejak dini.

1. Mengonsumsi Cukup Kalsium dan Vitamin D

Kalsium memiliki peran penting bagi kesehatan dan perkembangan struktur tulang. Sementara itu, vitamin D membantu memperkuat tulang agar tidak mudah keropos.

Jadi, perbanyak mengonsumsi makanan yang tinggi kandungan kalsium dan vitamin D. Misalnya, seperti tahu, tempe, kuning telur, susu kedelai, atau hati sapi.

2. Menjaga Pola Hidup Sehat dan Teratur Berolahraga

Pola hidup sehat akan sangat membantu menjaga kesehatan tulang. Pola hidup sehat berarti memerhatikan banyak aspek, mulai dari apa yang dimakan hingga gaya hidup. Konsumsilah makanan bergizi seimbang dan perbanyak air putih.

Baca Juga  Kesimpulan Sidang MK, Tim Anies-Prabowo-Ganjar Berikan Perbedaan Argumen

Hindari tidur terlalu larut malam, kelola stres, dan usahakan untuk lebih banyak berpikir positif. Selain itu, perbanyak olahraga sehingga tubuh terbiasa dengan aktivitas fisik. Olahraga akan sangat membantu meningkatkan kepadatan dan kekuatan tulang.

3. Hindari Merokok dan Konsumsi Alkohol Berlebihan

Untuk menjaga kesehatan tulang, sebaiknya mulailah menghindari kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol berlebihan. Sebab, alkohol akan memicu tubuh memproduksi kortisol (hormon stress).

Pada pria dan wanita, alkohol juga menurunkan kemampuan tubuh memproduksi hormon testoteron (pria) dan hormon estrogen (wanita). Risikonya, tulang akan melemah.

Selain itu, partikel-partikel dari rokok dapat membunuh sel-sel pembentuk tulang dan merusak pembuluh darah. Akibatnya, tingkat kepadatan tulang pun menurun.

4. Pemeriksaan Rutin

Melansir dari siloamhospitals.com, untuk mencegah kemungkinan terjadinya osteoporosis, Anda dapat melakukan pemeriksaan rutin berupa bone mineral density test.  Cara ini dapat menjadi upaya deteksi dini.

Bone mineral density test merupakan pemeriksaan dengan sinar X. Pemeriksaan ini akan melihat seberapa banyak jumlah kalsium dan mineral di dalam tulang. Mulai dari tulang pergelangan tangan, panggul, hingga ke tulang belakang.

Berdasarkan penjelasan-penjelasan tadi, maka mengenali faktor penyebab osteoporosis dan memahami cara mencegahnya dapat menjadi langkah awal untuk terhindar dari osteoporosis. Mari mulai menjaga kesehatan tulang sejak dini.

Ingat, penyakit degeneratif ini dapat menyerang siapa saja. Pria atau wanita dari segala usia. Jadi, pastikan untuk selalu mengonsumsi makanan tinggi kalsium, jaga pola makan, dan rutin berolahraga.

Ikuti berita terkini dari BINDO di
Google News, YouTube, dan Dailymotion

Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *