Ekonomi
6 Peluang Usaha Yang Laris Dan Menguntungkan Saat Ramadhan Tiba
Jakarta, Bindo.id – Tren pasar mulai ada pergeseran signifikan seiring perubahan pola konsumsi masyarakat jelang bulan suci Ramadhan.
Peluang bisnis musiman yang menarik, khususnya di sektor-sektor yang kebutuhannya meningkat selama bulan puasa sering kali muncul.
Masyarakat ada yang menggunakan momentum Ramadan untuk mulai terjun ke dunia wirausaha berupa usaha kuliner hingga jasa. Ada berbagai ide usaha bulan puasa Ramadan yang hampir senantiasa ramai peminat di setiap tahunnya.
Salah satu periode terbaik untuk membuka usaha sampingan yakni saat bulan Ramadhan.
Daya beli masyarakat cenderung ada peningkatan, terutama di sektor tertentu yang erat kaitannya dengan kebutuhan berbuka puasa, persiapan Lebaran, maupun aktivitas ibadah.
Langkah awal, calon pelaku usaha perlu memahami tentang tren maupun kebutuhan masyarakat. Ceruk pasar yang bisa dieksplorasi juga cukup beragam diantaranya kuliner, busana, maupun jasa kreatif.
Ide usaha di bulan puasa Ramadan yang bisa dijadikan inspirasi yakni :
1. Berjualan Takjil
Takjil sebagai kudapan atau minuman ringan yang biasanya dikonsumsi untuk membatalkan puasa sebelum makan besar. Tradisi berburu takjil sudah melekat di masyarakat Indonesia.
Selama Ramadan, permintaan takjil termasuk sangat tinggi. Ini bisa menciptakan peluang usaha yang menguntungkan. Ada beragam pilihan takjil yang bisa jadi ide jualan diantaranya gorengan, kolak pisang, sop buah, puding, bubur sumsum, soes buah, dimsum, es cincau, serta alpukat kocok.
2. Menjual Kurma
Saat Ramadhan, kurma sebagai salah satu komoditas yang permintaannya meroket. Mengonsumsi kurma ketika berbuka puasa termasuk sunnah rasul. Oleh sebab itu, buah ini senantiasa jadi primadona.
Pelaku usaha dapat mengambil stok dari distributor atau supplier besar, kemudian menjualnya di depan rumah, bazar Ramadan, ataupun lewat toko online di marketplace.
Promosi lewat media sosial juga bisa dimaksimalkan agar bisa menjangkau lebih banyak pelanggan.
3. Jualan Kue Kering
Saat Hari Raya Idul Fitri, kue kering jadi salah satu suguhan di rumah. Permintaan produk ini biasanya meroket drastis saat menjelang lebaran.
Sejumlah jenis kue kering yang banyak diminati yakni nastar, putri salju, kastengel, lidah kucing, kue kacang, serta sagu keju.
Selain dijual satuan, kue kering juga bisa dikemas berbentuk hampers untuk menarik minat konsumen.
4. Membuka Katering Makanan
Jika punya keterampilan memasak, bisa membuka usaha katering makanan untuk berbuka dan sahur selama Ramadhan. Bisnis tersebut menjawab kebutuhan masyarakat yang tak sempat memasak sendiri sebab kesibukan.
Sebaiknya, menu yang ditawarkan memiliki gizi seimbang berupa nasi, lauk pauk, sayur, dan buah.
Kualitas rasa, kebersihan, maupun penyajian merupakam faktor penting supaya konsumen dapat tertarik untuk membeli secara berulang.
5. Membuka Jasa Custom Amplop
Jasa custom amplop juga banyak dicari saat menjelang lebaran. Peluang musiman tersebut ada potensi mendatangkan keuntungan cepat, khususnya yang punya keahlian desain.
Desain amplop dapat dibuat unik, minimalis, atau modern, dengan opsi personalisasi, misalnya penambahan nama penerima, karakter tertentu, atau pesan singkat supaya dapat lebih berkesan.
6. Berbisnis Baju Muslim
Bisnis baju muslim selama Ramadhan hampir selalu ada peningkatan penjualan. Budaya membeli pakaian baru untuk menyambut Lebaran membuat sektor ini punya potensi keuntungan yang besar.
Paket keluarga atau family package sering jadi pilihan favorit. Pelaku usaha tak harus melakukan produksi sendiri, namun dapat jadi reseller dari merek tertentu serta memasarkannya secara offline ataupun online.
Persiapan Finansial Usaha Ramadan
Dengan proyeksi permintaan pasar tinggi serta potensi keuntungan signifikan, persiapan modal yang tepat untuk mulai usaha selama Ramadan jadi krusial.
Sebab hal itu menjadi salah satu indikator yang memastikan usaha tetap bertahan serta berkembang di tengah persaingan musiman.
Fondasi finansial yang solid juga penting demi mengamankan bahan baku terbaik serta memenuhi kemungkinan adanya lonjakan pesanan.
Supaya tak terjebak pada kekurangan likuiditas, cobalah untuk mempertimbangkan solusi pembiayaan cepat, yakni Gadai Emas dari Pegadaian sebagai alternatif.
Layanan tersebut memungkinkan untuk memperoleh dana tambahan demi memenuhi berbagai macam kebutuhan termasuk kebutuhan produktif, misalnya pengembangan usaha dengan jaminan emas perhiasan, emas batangan, maupun Tabungan Emas.
Ikuti berita terkini dari BINDO di
YouTube, dan Dailymotion
