News
Wamentrans Gandeng Kementan Dan Kampus Untuk Siapkan Kawasan Transmigrasi Jadi Sentra Peternakan
Denpasar, Bindo.id – Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi mengatakan kawasan transmigrasi memiliki potensi besar untuk pengembangan peternakan rakyat.
Viva Yoga menyampaikan hal itu di acara Seminar Nasional: Konferensi Ilmiah dan Lokakarya Kedokteran Hewan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana, Jumat, (6/11/2026).
Kawasan transmigrasi dianggap sudah punya lahan, sumber daya manusia, dan dukungan infrastruktur, maupun potensi integrasi pertanian dan peternakan. Yang masih diperlukan yakni peluang investasi, pengembangan ekonomi, bibit, maupun teknologi.
Kementerian Transmigrasi bisa menggandeng Kementerian Pertanian dan kementerian teknis terkait untuk mengembangkan peternakan.
“Kementerian Transmigrasi telah melakukan inventarisasi kawasan transmigrasi yang berpotensi untuk peternakan. Kawasan tersebut tersebar di wilayah Sumatera, Kalimantan, serta Nusa Tenggara, yakni NTT dan NTB,” tutur Viva Yoga.
Di NTB dan NTT ada 14 kawasan, yakni Kawasan Labangka di Kabupaten Sumbawa, Kawasan Tambora di Kabupaten Bima, Kawasan Transmigrasi Tangguh Sekongkang di Sumbawa Barat, Kawasan Panu di TTU, Kawasan Beno di TTS, serta kawasan lainnya.
Hal tersebut jadi tantangan serta peluang. Apabila Kementerian Pertanian punya program peternakan rakyat yang melibatkan populasi dalam jumlah besar, program tersebut bisa melibatkan petani di kawasan transmigrasi.
Pengembangan tersebut bisa dikerjasamakan dengan Universitas Brawijaya untuk melakukan monitor, mengendalikan, maupun menangani aspek teknis, kesehatan, dan teknologi.
“Dengan demikian, program pentahelix atau hexahelix dapat diimplementasikan secara nyata melalui kolaborasi antara pemerintah, kampus, pihak swasta, dan masyarakat,” ujar Viva Yoga.
Ikuti berita terkini dari BINDO di
YouTube, dan Dailymotion
