Connect with us

Info Regional

Khofifah Akan Dijadikan Madura Sebagai Pusat Ekonomi Tembakau Nasional

Published

on

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa [harianjatim]

Surabaya, Bindo.id – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau Madura telah diusulkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kepada pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan.

Kata Khofifah, Madura punya potensi besar yang perlu didorong lewat kebijakan akselerasi, khususnya dalam pengembangan salah satu komoditas, tembakau.

Pertanian tembakau yang ada di kawasan Madura cukup menyumbang produksi tembakau secara nasional.

Kawasan Bangkalan, Sampang, Pamekasan serta Sumenep ini dianggap punya nilai tawar untuk menjadi zona ekonomi khusus.

“Saya paham kenapa ada keinginan KEK di Madura dan kita siap menjadi pengusul dan akan memperjuangkan ini sampai tuntas,” ujar Khofifah, Selasa (10/3/2026).

Kata Khofifah, rencana ini juga sejalan dengan pembangunan inklusif yang harus dilaksanakan di seluruh daerah di Jawa Timur supaya tak ada wilayah yang tertinggal.

Untuk menuju rencana itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan mengkaji lebih mendalam serta mempersiapkan kebutuhan teknokratis maupun administratif sebelum mengajukan ke pemerintah pusat.

“KEK ini penting sebagai bagian dari proteksi dan transformasi wilayah, agar potensi ekonomi Madura terutama pada sektor tembakau dan industri turunannya dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat,” ujarnya.

Usulan tersebut akan ditindaklanjuti Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak. Emil mengatakan KEK Tembakau Madura punya dasar kajian akademik. KEK Tembakau Madura dianggap bisa menjadi instrumen penting untuk melakukan transformasi ekonomi kawasan. Selain itu juga bertujuan untuk melindungi ekosistem pertanian lokal.

“Konsep KEK ini tidak hanya bicara tentang investasi, tetapi juga bagaimana kita membangun ekosistem ekonomi yang lebih kuat dan memberikan perlindungan terhadap ekonomi masyarakat, khususnya petani dan pelaku usaha lokal,” ujar Emil.

Ketua Tim Penyusunan Naskah Akademik KEK Tembakau Madura, Subairi Muzakki menuturkan Madura menyumbang cukup besar industri tembakau nasional namun nilai ekonomi masyarakat setempat masih terbatas.

Baca Juga  Daftar Lengkap UMK Jawa Timur 2026, Surabaya Tertinggi

“Melalui KEK Tembakau Madura, kita ingin membangun ekosistem industri yang lebih terintegrasi sehingga petani, pelaku usaha lokal, dan masyarakat Madura memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar,” ujarnya.

Ikuti berita terkini dari BINDO di
YouTube, dan Dailymotion