Connect with us

Hukum & Kriminal

Mahfud MD Jadi Plt Menkominfo Usai Johnny G Plate Dicopot Jokowi Sebab Tersandung Kasus Korupsi BTS 4G

Published

on

Jokowi juga telah menunjuk Menko Polhukam Mahfud MD menjadi Plt Menkominfo menggantikan Johnny G Plate [ayobandung]
Jokowi juga telah menunjuk Menko Polhukam Mahfud MD menjadi Plt Menkominfo menggantikan Johnny G Plate [ayobandung]

Jakarta, Bindo.id – Sejumlah proyek besar telah menunggu Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) baru. Proyek ini harus diselesaikan hingga tahun 2024.

Presiden Joko Widodo sementara ini telah menunjuk Menko Polhukam Mahfud Md menjadi Plt Menkominfo.

Korupsi proyek pengadaan BTS 4G

Jokowi secara resmi melakukan pencopotan jabatan terhadap Johnny G Plate. Johnny dicopot dari jabatan Menkominfo setelah dirinya terseret kasus dugaan korupsi BTS 4G Bakti Kominfo. Dirinya ditetapkan menjadi tersangka oleh Kejaksaan Agung (Kejagung).

Kasus ini berawal saat pemerintah memiliki rencana untuk memperluas jaringan internet yang ada di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Pemerintah berencana untuk mengadakan pembangunan infrastruktur base transceiver station (BTS) 4G dan infrastruktur pendukung paket 1, 2, 3, 4, dan 5. Proyek tersebut dilakukan supaya akses internet dapat merata di Indonesia.

Pada proyek tahun 2020-2022, Kominfo selaku Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) melakukan sistem kerja sama operasi (KSO) dengan perusahaan operator seluler yang mempunyai lisensi di Indonesia.

Akan tetapi, saat pelaksanaan perencanaan dan pelelangan, Kejagung menduga ada tindakan yang melawan hukum. Kejagung menduga ada rekayasa dan pengondisian proses lelang pada proyek BTS tersebut.

Hal tersebut menyebabkan proses pengadaan infrastruktur proyek tak dapat bersaing sehat. Ada dugaan harga yang harus dibayarkan negara pada proyek tersebut terlalu mahal.

Mahfud MD Jadi Plt Menkominfo

Jokowi menyatakan dirinya menghormati proses hukum yang saat ini sedang dijalani oleh Johnny G Plate. Menurutnya, Kejagung akan meyelesaikan kasus ini secara transparan.

Jokowi juga telah menunjuk Menko Polhukam Mahfud MD menjadi Plt Menkominfo untuk mengisi jabatan Menkominfo yang kosong.

“Plt-nya Pak Menko Polhukam,” tutur Jokowi di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (19/5/2023), dilansir dari detikcom.

Baca Juga  Jokowi Setujui Perpres, ASN Dapat Kerja Fleksibel Kecuali TNI dan Polri

Pencopotan Johnny G Plate serta penunjukan Mahfud MD terdapat pada Keputusan Presiden Nomor 41/P Tahun 2023.

Dalam kepres tersebut berisi tentang Pemberhentian dan Penunjukan Pelaksana Tugas, Wewenang, dan Tanggung Jawab Menteri Komunikasi dan Informatika Kabinet Indonesia Maju Periode Tahun 2019-2024.

Adanya Calon Menkominfo Baru

Beredar kabar yang akan mengisi kekosongan jabatan Menkominfo yaitu Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo. Akan tetapi, saat Jokowi ditanya mengenai kabar tersebut, dirinya kembali menegaskan bahwa Mahfud Md menjadi Plt Menkominfo

“Plt nya Pak Menko Polhukam,” tutur Jokowi mengulang jawaban saat memberikan jawaban atas pertanyaan isu Hary Tanoe akan menjadi calon Menkominfo.

Tentang kabar yang beredar mengenai Hary Tanoesoedibjo, sebelumnya dirinya sempat bertemu empat mata dengan Presiden Jokowi setelah mendampingi rombongan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI). Hary Tanoe menyebutkan ada urusan lain dengan Jokowi usai acara PSMTI.

“Saya ada urusan lain tadi dengan Bapak presiden,” tutur Hary Tanoe di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (15/5/2023).

Dirinya bertemu dengan Jokowi sebentar usai acara PSMTI.

Hary Tanoe menyangkal bahwa pertemuan tersebut ada hubungannya dengan tawaran menjadi Menkominfo. Dirinya mengungkapkan bahwa saat ini sedang fokus untuk membangun Partai Perindo.

“Wah ada lagi, itu kan rumor, itu katanya siapa itu? Oh tidak, saya hanya cukup membangun Partai Perindo,” ujar Hary Tanoe.

Menurutnya, membangun partai memerlukan konsentrasi dan fokus. Dirinya berencana untuk membangun partai agar dapat jadi partai yang besar.

Kriteria Pengganti Johnny G Plate

Pengamat berpendapat calon Menkominfo baru harus jauh dari memikirkan kepentingan bisnis saja. Mantan komisioner Ombudsman periode 2016-2021 Alamsyah Saragih menuturkan bahwa posisi Menkominfo yang kosong, Jokowi diminta supaya bisa segera menunjuk penggantinya.

Baca Juga  Menkominfo Hormati Keputusan DPR RI Tunda Bahas RUU Penyiaran

Hal ini bertujuan agar industri telekomunikasi tak jadi tertekan. Jika tertekan, maka akan menyebabkan perekonomian nasional terganggu.

“Sejatinya pembangunan BTS yang dilakukan oleh Bakti Kominfo merupakan cita-cita mulia dari Presiden Jokowi,” tutur Alamsyah, Jumat (19/5/2023).

Jokowi menginginkan agar semua masyarakat Indonesia bisa menikmati layanan broadband.

“Ketika tak ada Menkominfo yang menjabat, bisa dipastikan rencana mewujudkan tol langit Presiden Joko Widodo akan mangkrak,” jelasnya.

Dia berharap pembangunan tol langit ini tak jadi kasus Hambalang jilid 2. Supaya pembangunan tol langit ini bisa diwujudkan dan ekonomi digital Indonesia bisa berkembang, Alamsyah berharap Jokowi bisa memilih kandidat Menkominfo yang paham tentang industri TIK.

Selain itu tak mempunyai konflik bisnis yang saat ini sedang dijalankan oleh calon Menkominfo.

Sejumlah PR menanti Tugas Menkominfo

Sejumlah program kerja masih menunggu diwujudkan oleh Menkominfo baru, setelah penetapan Johnny G Plate menjadi tersangka pada kasus dugaan korupsi BTS 4G Bakti Kominfo.

Program kerja Kominfo akan menjadi pekerjaan rumah bagi Menkominfo dan harus dirampungkan pada tahun 2023 dan 2024. Kominfo menangani proyek yang nilainya mencapai triliunan rupiah.

Berikut ini sederet program Kominfo yang belum terselesaikan :

  • BTS 4G Bakti Kominfo
  • Satelit Satria-1
  • Hot Backup Satellite
  • Pusat Data Nasional
  • Palapa Ring Integrasi

Ikuti berita terkini dari BINDO di
Google News, YouTube, dan Dailymotion