Connect with us

Info Nasional

Kemenag Dan Al-Azhar Teken MoU, Mahasiswa Indonesia Bisa Memperoleh 2 Ijazah

Published

on

Kemenag dan Al-Azhar teken MoU, Mahasiswa Indonesia bisa dapatkan 2 Ijazah [idntimes]

Jakarta, Bindo.id – Kerjasama pendidikan telah disepakati Kementerian Agama (Kemenag) dan Universitas Al-Azhar Asy-Syarif, Mesir melalui program gelar ganda (double degree), kuliah daring, riset bersama, dan pertukaran tenaga pendidik.

Kesepakatan ini tercantum di nota kesepahaman (MoU) yang diteken Menteri Agama Nasaruddin Umar dan Wakil Al-Azhar Asy-Syarif, Asy-Syekh Ayman Abdul Ghani, secara hybrid dari Kantor Kemenag, Jakarta, Senin (12/10/2026).

Kerja sama ini sebagai tindaklanjut pertemuan bilateral Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi yang ikut membahas sektor pendidikan.

Menag mengatakan program double degree ini memungkinkan mahasiswa bisa menempuh 2 tahun perkuliahan di Indonesia dan 2 tahun di Al-Azhar untuk mendapatkan 2 ijazah.

“Dimungkinkan untuk melakukan twinning program atau double degree. Mahasiswa dapat menempuh pendidikan dua tahun di sini (Indonesia) dan dua tahun di Al-Azhar Mesir, kemudian nanti mendapatkan dua ijazah,” ujar Menag, dilansir dari laman resmi Kemenag, Rabu (14/10/2026)

Selain program ini, Kemenag juga menjajaki kedatangan sekitar 1.000 ulama Mesir yang bisa berbahasa Indonesia untuk mengajar di perguruan tinggi maupun pondok pesantren di Tanah Air.

Kerja sama tersebut juga membuka kesempatan tenaga pendidik Indonesia untuk bisa ikut program spesialisasi di Mesir.

“Diberi kesempatan (mengirimkan) imam-imam, ustaz-ustaz, dan dosen-dosen bahasa Arab dan Dirasah Islamiyah untuk berangkat ke Mesir, guna selanjutnya mengikuti program takhasus (spesialisasi),” tutur Menag.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Amin Suyitno, mengatakan penyusunan MoU ini sudah melewati proses panjang hingga 4 periode kepemimpinan Menteri Agama.

Harapannya, kesepakatan ini bisa memberi ruang Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) untuk mengembangkan program pendidikan yang lebih efisien, salah satunya dengan perkuliahan daring.

“Salah satunya adalah bagaimana kita bisa melakukan kuliah online, sehingga nanti mengurangi mahasiswa-mahasiswa kita yang datang ke Mesir, sehingga suasana yang sangat crowded (padat) beserta eksesnya bisa dikurangi,” tutur Amin.

Ikuti berita terkini dari BINDO di
YouTube, dan Dailymotion

Baca Juga  Kemenag Gunung Kidul Ingin Bantu Atasi Stunting Dengan Mengolah Daging Kurban Menjadi Kornet