Connect with us

Teknologi

Cetak Inovator Muda, Apple Developer Academy di Bali Gunakan Metode Ini

Published

on

Ilustrasi Apple Developer Academy di Bali [apple]

Bali, Bindo.id – Apple Developer Academy di Bali ada beberapa mentor yang memiliki latar belakang berbeda serta mewarnai metode pengajaran mereka.

Tiga di antara para mentor tersebut yakni John Keating, Richard Evan Sutanto, dan Adhella Subalie.

Mereka mengatakan setiap mentor punya ciri khas saat mendampingi siswa. Meski memiliki perbedaan, namun dalam berinovasi mereka sepakat bahwa proses lebih penting daripada hasil akhir.

Kata John, salah satu prinsip yang senantiasa dia tekankan yakni “making a product is progress”.

Menurutnya, mengembangkan sebuah produk bukan tentang kesempurnaan, namun keberanian untuk berproses serta terus melakukan perbaikan.

Dia mengatakan para siswa perlu didorong untuk menghargai perjalanan dalam membangun solusi. Dari proses tersebut pembelajaran terbesar terjadi.

Adhella Subalie menyebutkan tentang pentingnya dimensi profesional dalam pengembangan produk.

“How to make it professional, proses itu akan terus terjadi iterasi, iterasi, iterasi lagi,” ungkapnya. 

Adhella Subalie menegaskan tentang pentingnya dimensi profesional dalam pengembangan produk.

“Bagaimana membuatnya profesional, prosesnya akan terus terjadi iterasi demi iterasi,” tuturnya saat di Denpasar, Bali, Jumat (29/8/2025).

Dirinya mengatakan setiap proyek tak pernah selesai dalam sekali coba, namun selalu memerlukan pengulangan supaya produk jadi lebih matang sekaligus relevan untuk para penggunanya.

Richard Evan Sutanto menyoroti tentang penerapan metode challenge-based learning (CBL) di akademi. Proses tersebut biasanya dibagi ke dalam 3 tahapan yakni memahami masalah, mengeksplorasi ide, serta merancang solusi.

Kata Richard, CBL memungkinkan seluruh proses ini dijalankan terus-menerus dengan iterasi yang berulang.

Richard Evan Sutanto menyoroti tentang bagaimana metode challenge-based learning (CBL) digunakan di akademi. Ia mengatakan proses ini biasanya dibagi ke dalam tiga tahapan yakni investigate case atau memahami masalah, eksplorasi ide, serta merancang solusi.

Baca Juga  Wapres Ma'ruf Amin Mengajak Negara Di Asia Dan Afrika Untuk Memerangi Kejahatan Transnasional

“Kita pakai CBL, semua itu ada proses dan kita akan melakukan iterasi terus,” ujar Richard.

Dengan menerapkan CBL, Apple Developer Academy telah berhasil menciptakan lingkungan belajar yang inspiratif. Siswa tak hanya dituntut untuk menguasai keterampilan teknis, seperti coding dan desain, namun juga didorong untuk berpikir kritis tentang dampak produk mereka pada masyarakat maupun lingkungan. 

Harapannya, lendekatan ini bisa membuat peserta akademi tumbuh jadi pembuat solusi kreatif yang profesional, empatik, serta bertanggung jawab.

Tak heran jika Apple Developer Academy, baik di Bali ataupun di lokasi lain, jadi pilihan siswa yang ingin mengembangkan keterampilan teknologi serta ikut berkontribusi positif untuk dunia

Ikuti berita terkini dari BINDO di
YouTube, dan Dailymotion