Info Regional
Polisi Grebek Bangunan Diduga Kantor Scamming Internasional
Sleman, Bindo.id – Polresta Yogyakarta melakukan penggerebekan pada sebuah bangunan berlantai 2 yang berlokasi di Jalan Gito Gati, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Tempat tersebut diduga menjadi kantor scamming atau penipuan jaringan internasional.
Dari kesaksian warga sekitar, aktivitas di kantor itu beroperasi nonstop selama 24 jam.
Bangunan yang letaknya di Padukuhan Penen, Kalurahan Donoharjo itu saat ini kondisinya tertutup rapat. Pintu lantai 1 ataupun lantai 2 terlihat terkunci. Bagian halaman depan dipasang rantai besi menandakan tak ada aktivitas pascapenggerebekan.
“Kurang tahu yang dikerjakan, kalau saya tanya itu kerjanya jadi admin, tapi kurang tahu admin apa. Iya itu kerjanya 24 jam,” tutur JA (22), salah satu penjual di sekitar lokasi yang melihat proses penggerebekan, Selasa (6/1/2026).
Pegawai Didominasi Anak Muda
JA menuturkan pegawai di kantor itu rata-rata usianya masih muda. Setisp hari, halaman kantor tersebut selalu dipenuhi sepeda motor para pegawai.
Meskipun diduga terkait dengan jaringan internasional, JA mengaku hanya melihat warga negara Indonesia (WNI) yang melakukan aktivitas di sana.
Aktivitas para pegawai juga dianggap mencurigakan bagi warga yang memperhatikan. Ketika sedang berada di depan kantor, mereka sering tak lepas dari gawai masing-masing.
“Kalau pada nongkrong di situ di depan kantor itu, pada sambil mainan HP terus, gitu,” ujarnya.
N yang merupakan pekerja toko di dekat lokasi juga menyampaikan hal serupa
Dia mengatakan saat penggerebekan pada Senin (5/1/2026), polisi membawa banyak pegawai memakai 2 unit truk. Selama ini warga setempat hanya mengetahui tempat itu sebagai kantor administrasi biasa tanpa mengetahui detail kegiatan yang dilakukan.
Penyitaan Laptop dan Puluhan Ponsel Ketua RW 33 Padukuhan Penen, Wahyu Agung Purnomo, menyebutkan bangunan itu sudah dikontrak untuk dijadikan kantor sekitar 1 tahun terakhir.
Sebelum dipakai menjadi kantor scamming, bangunan itu adalah rumah tinggal yang sering berganti penyewa
Saat proses penggeledahan, polisi menyita beberapa barang bukti dengan jumlah besar dari berbagai ruangan di lantai bawah maupun atas.
Barang-barang yang diangkut petugas diantaranya laptop dan puluhan unit ponsel.
“Barang bukti yang dibawa berupa beberapa HP dan laptop. Kurang tahu berapanya, banyak. Itu ada di lantai bawah dan lantai atas, juga ada kamar-kamar. Setiap kamar itu ada barang buktinya,” ujar Wahyu Agung.
Adanya penggerebekan tersebut dibenarkan Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Eva Guna Pandia.
Ia menyebutkan kasus ini masih tahap pendalaman.
Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta Kompol Riski Adrian menuturkan lokasi tersebut diduga kuat menjadi markas scam jaringan internasional.
“Masih proses pendalaman. Secepatnya kami update prosesnya,” tutur Riski Adrian.
Ikuti berita terkini dari BINDO di
YouTube, dan Dailymotion
