Info Regional
Pemkot Padang Percepat Perbaikan Irigrasi Gunung Nago Untuk Atasi Krisis Air Di Padang
Padang, Bindo.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Padang mengambil langkah darurat dalam rangka mengatasi krisis air bersih di Kecamatan Pauh dan Kuranji.
Saat ini fokus utamanya yakni mempercepat pemulihan saluran irigasi Gunung Nago untuk menaikkan kembali permukaan air tanah yang turun drastis.
Wali Kota Padang Fadly Amran menuturkan upaya ini vital sebab peran irigasi sebagai penyangga ketersediaan air tanah di permukiman warga.
“Kondisi kekeringan saat ini merupakan dampak lanjutan dari gangguan sumber air di Gunung Nago dan Sungai Batang Kuranji,” tutur Fadly, Kamis (29/1/2026).
Gangguan itu terjadi sebab dampak bencana banjir bandang yang menerjang Kota Padang pada November 2025 lalu.
Strategi Pompanisasi dan Pembersihan Sedimen Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Tri Hadiyanto, merincikan ada 2 metode teknis untuk mempercepat aliran air ke sumur warga.
Pertama yakni memakai 2 unit pompa besar dari Balai Wilayah Sungai (BWS) berkapasitas 500 liter per detik. Pompa tersebut dipakai untuk menyedot air sungai di saluran irigasi kanan.
Kedua yakni fokus pada pengerukan sedimen maupun material yang menghambat pintu masuk air (*intake*), terutama di depan SMA Negeri 9 Padang.
“Harapan kita, air yang mengalir di saluran irigasi ini akan mengisi ruang-ruang dan pori-pori tanah. Dengan begitu, permukaan air tanah akan naik dan mengisi kembali sumur-sumur masyarakat,” ujar Tri.
Usulan Dana senilai Rp 3,6 Triliun ke Pusat
Selama berlangsungnya proses pengerjaan fisik, Pemkot Padang memastikan kebutuhan harian warga tetap terpenuhi lewat distribusi air satu komando.
Pemerintah berencana untuk membangun sumur bor di fasilitas publik misalnya masjid dan musala.
Pemkot Padang sudah mengajukan usulan dana rehabilitasi serta rekonstruksi senilai Rp 3.600.000.000.000 kepemerintah pusat. Ini merupakan upaya untuk solusi permanen.
Dana triliunan itu diproyeksikan untuk pembangunan infrastruktur permanen yakni *sabo dam* dan *cek dam*, serta normalisasi hulu sungai untuk meminimalisir risiko bencana berulang.
Penanganan krisis tersebut melibatkan kolaborasi lintas lembaga, yakni Dinas PUPR Padang, SDABK Sumatera Barat, BWS V, serta Balai Cipta Karya.
Tim teknis saat ini terus mengganti pipa-pipa yang rusak sebab dilewati banjir bandang.
Ikuti berita terkini dari BINDO di
YouTube, dan Dailymotion
