Transportasi
Sepanjang 2025, KAI Commuter Layani 329,3 Juta Pengguna KRL Jabodetabek

Jakarta (Bindo.id) – PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter) mencatat kinerja positif sepanjang tahun 2025 dengan total pengguna layanan Commuter Line KRL Jabodetabek mencapai 329.311.251 penumpang.
Capaian tersebut menegaskan peran KAI Commuter sebagai tulang punggung transportasi massal perkotaan.
Direktur Utama KAI Commuter Mochamad Purnomosidi mengatakan, secara keseluruhan rata-rata jumlah penumpang yang diangkut setiap hari hampir menyentuh angka satu juta orang. Selain Jabodetabek, pertumbuhan juga terjadi di seluruh wilayah operasional KAI Commuter.
“Pada 2025, Commuter Line Basoetta melayani 2,347 juta penumpang, Commuter Line Merak 4,4 juta penumpang, Commuter Line Bandung 18,7 juta penumpang, Commuter Line Yogyakarta 10,1 juta penumpang, serta Commuter Line Surabaya sebanyak 16 juta penumpang,” ujar Purnomosidi di Commuterline Hall, Kantor KAI Commuter di Juanda, Jakarta Pusat pada Senin (26/1/2026).
Dari sisi pertumbuhan, jumlah penumpang KAI Commuter pada 2024 naik 12,83 persen dibandingkan 2023. Tren positif berlanjut pada 2025 dengan kenaikan 7,08 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan tertinggi tercatat di wilayah Bandung yang tumbuh 15,89 persen, disusul Yogyakarta sebesar 13,46 persen.
Purnomosidi menjelaskan, pada hari kerja jumlah penumpang Commuter Line rata-rata melampaui satu juta orang, sementara pada akhir pekan berada di kisaran 921 ribu penumpang per hari. Rekor harian tertinggi Commuter Line Jabodetabek terjadi pada Selasa, 1 Juli 2025, dengan jumlah penumpang mencapai 1,3 juta orang.
Sementara itu, Commuter Line Basoetta mencatat puncak penumpang pada Jumat, 31 Oktober 2025, dan Commuter Line Surabaya tertinggi pada Ahad, 28 Desember 2025, dengan 56 ribu penumpang.
Dijelaskannya, berdasarkan distribusi geografis, Bogor Line menjadi lintas dengan jumlah penumpang terbesar, mencapai 153 juta penumpang, disusul Cikarang Line 84,5 juta penumpang dan Rangkasbitung Line 76,6 juta penumpang.
Untuk stasiun transit, Stasiun Manggarai masih menjadi yang tersibuk dengan total 57 juta penumpang sepanjang 2025, diikuti Stasiun Tanah Abang 44 juta penumpang dan Stasiun Duri 25,5 juta penumpang.
Purnomosidi juga memberi tahu, dalam operasional harian, KAI Commuter mengoperasikan 1.065 perjalanan KRL Jabodetabek, 70 perjalanan Commuter Line Basoetta, sekitar 14 perjalanan di lintas Merak, 58 perjalanan di wilayah Bandung, serta sekitar 50 perjalanan Commuter Line Surabaya per hari area. Untuk wilayah Yogyakarta, KAI Commuter mengoperasikan 27 perjalanan KRL harian dan meningkat menjadi 31 perjalanan saat long weekend, serta 10 perjalanan pulang-pergi layanan Pramek.
Dari sisi kinerja layanan, KAI Commuter mencatat tingkat ketepatan waktu atau on-time performance yang tinggi. Rata-rata ketepatan waktu keberangkatan mencapai 99,3 persen, sementara ketepatan waktu kedatangan berada di angka 98,8 persen. Menurut Purnomosidi, selisih tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor seperti gangguan operasional, kondisi prasarana, hingga bencana alam.
Pada aspek transaksi, metode pembayaran selama 2025 masih didominasi Kartu Multi Trip (KMT) sebesar 53 persen, disusul kartu Mandiri 25 persen, BCA 15 persen, BNI 4 persen, BRI 2 persen, dan BPKI 1 persen. Untuk transaksi tap di gate, Go Transit mendominasi dengan porsi sekitar 96 persen.
Memasuki 2026, KAI Commuter memproyeksikan pertumbuhan penumpang tetap berlanjut. Jumlah penumpang Commuter Line Jabodetabek ditargetkan mencapai 352 juta atau naik satu persen.
Sementara itu, Commuter Line Basoetta diproyeksikan tumbuh signifikan sebesar 21 persen menjadi 2,8 juta penumpang. Secara keseluruhan, target pertumbuhan penumpang KAI Commuter pada 2026 dipatok sebesar 1,27 persen dibandingkan capaian 2025.
Dirut Purnomosidi dalam pemaparan performa 2025 KAI Commuter didampingi oleh Direktur Operasi dan Pemasaran KCI Heri, Hilmi dan VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda dan tim jajaran KAI Commuter.(ahmad)
Ikuti berita terkini dari BINDO di
YouTube, dan Dailymotion
