Connect with us

Info Nasional

Sulawesi Utara Dan Maluku Utara Disebut Wilayah Yang Berpotensi Sering Gempa

Published

on

Ilustrasi gempa di Sulawesi Utara [instagram]

Jakarta, Bindo.id – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengatakan Sulawesi Utara (Sulut) dan Maluku Utara (Malut) termasuk 2 provinsi yang sering terjadi gempa.

Dari data BNPB, sejak 1608 gempa sudah sering terjadi di 2 provinsi tersebut.

“Memang untuk wilayah Bakap-bapak, khususnya Sulawesi Utara dan Maluku Utara ini memiliki potensi bencana gempa bumi dan tsunami cukup tinggi,” tutur Suharyanto saat rapat koordinasi penanganan gempa Sulut-Malut secara daring, Kamis (2/4/2026).

Suharyanto mengatakan Sulawesi Utara dan Maluku Utara termasuk 2 wilayah yang sering terjadi gempa dengan skala yang tinggi.

Terbaru pada Kamis (2/4/2026) pagi, wilayah laut di tenggara Kota Bitung, Sulawesi Utara, diguncang gempa bumi tektonik dengan kekuatan magnitudo 7,6.

Dia menyebutkan pemerintah pusat melalui BNPB dan BMKG terus meningkatkan kemampuan peringatan dini gempa maupun tsunami di seluruh Indonesia.

Terutama di Sulawesi Utara dan Maluku Utara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di sana sudah dilengkapi dengan alat peringatan dini gempa dan tsunami.

“Artinya, ini menjadi perhatian kita bersama, para kepala daerah, TNI/Polri, harus terus mengingatkan kepada masyarakatnya untuk lebih waspada dan lebih hati-hati, dan meningkatkan kesiapan dan kesiapsiagaan,” tutur Suharyanto.

Gelombang Tsunami Kecil

Sebelumnya, wilayah laut di tenggara Kota Bitung, Sulawesi Utara telah diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,6. Gempa tersebut terjadi pada Kamis, (2/4) pukul 05.48 WIB.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari menuturkan pusat gempa ada di koordinat 1,25 LU dan 126,25 BT berkedalaman 62 kilometer

“Guncangan dirasakan sangat kuat selama 10 hingga 20 detik di Kota Bitung dan sekitarnya, serta juga dirasakan kuat di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, yang menyebabkan masyarakat panik dan berhamburan keluar rumah,” tutur Abdul pada keterangan resminya, Kamis (2/4/2026).

Baca Juga  Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, BNPB Sebut Ada 10 Orang Meninggal

Ada 2 gempa susulan masing-masing berkekuatan magnitudo 5,5 di pukul 06.07 WIB dan magnitudo 5,2 di pukul 06.12 WIB.

Kata Abdul, kedua gempa susulan itu pusatnya berada di laut dan tak berpotensi tsunami, namun dirasakan masyarakat di wilayah yang terkena dampak.

“Berdasarkan pemantauan sistem peringatan dini, telah terdeteksi gelombang tsunami dengan ketinggian relatif kecil, yakni sekitar 0,3 meter di wilayah Halmahera Barat pada pukul 06.08 WIB dan 0,2 meter di Bitung pada pukul 06.15 WIB,” tutur Abdul.

“Meskipun relatif kecil, kondisi ini tetap memerlukan kewaspadaan karena potensi gelombang susulan masih dapat terjadi,” lanjutnya. 

BMKG saat ini sudah mengakhiri peringatan dini tsunami di wilayah Sulawesi Utara maupun Maluku Utara.

Ikuti berita terkini dari BINDO di
YouTube, dan Dailymotion