News
Bharatu Valdo Tewas Ditembak Juniornya, Pelaku Menyerahkan Diri
Jakarta, Bindo.id – Seorang anggota kepolisian, Bharada Andika Rahmadani diduga menembak hingga tewas Bharatu Valdo di lingkungan Markas Ditpoludara, Pondok Cabe.
Bharada Andika Rahmadani harus mempertanggungjawabkan perbuatannya setelah diduga melakukan penembakan tersebut.
Polda Metro Jaya menyebut kasus ini ditangani dengan serius. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan pelaku dijerat dengan ancaman hukuman yang cukup berat.
“Persangkaan pasal pidana yang dikenakan, Pasal 459 KUHP tentang pembunuhan berencana,” tutur Budi saat memberikan keterangan kepada awak media, Rabu (21/10).
Pasca kejadian yang terjadi pada Jumat (16/10) lalu, Bharada Andika diketahui langsung datang ke petugas piket penjagaan untuk menyerahkan diri. Berdasarkan keterangan Budi, pelaku sudah mengakui kesalahannya secara terbuka.
“Kondisi yang bersangkutan menyadari kesalahan bahwa sudah melakukan perbuatan pidana terhadap rekan kerjanya,” ujarnya.
Meskipun pelaku telah menyerahkan diri, penyidik tak berhenti di situ. Saat ini pihak kepolisian sedang mendalami secara intensif, seperti asal-usul senjata api yang dipakai, hingga melakukan penelusuran kemungkinan keterlibatan pihak lain.
“Motif, pengguna senjata api, dan dugaan perundungan, serta ada kemungkinan keterlibatan orang lain, ini masih didalami,” ujar Budi.
Kuasa hukum korban, Petrus Bala Pattyona, memberi perspektif baru tentang pemicu insiden ini. Berdasarkan informasi yang diterimanya dari penyidik, aksi nekat pelaku diduga merupakan buntut dari rasa marah sebab perundungan yang sering dilakukan teman-teman seangkatan korban kepada pelaku.
“Penjelasan penyidik bahwa pelaku ini melampiaskan kemarahan kepada korban karena teman-teman seangkatan korban sering mem-bully tersangka. Bukan almarhum yang mem-bully, tapi teman-temannya,” ujar Petrus pada Senin (19/10).
Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya saat itu memegang kendali penuh atas kasus ini. Adanya rekaman kamera pengawas (CCTV) di lokasi kejadian sebagai bukti kunci yang memperkuat jalannya penyidikan. Petrus memberikan apresiasi kinerja kepolisian yang dianggap sudah bekerja secara transparan.
“Penyidik melakukan proses ini sangat profesional karena semua informasi apapun di-crosscheck, termasuk mereka memiliki data yang sangat akurat yaitu CCTV,” tutur Petrus
Ikuti berita terkini dari BINDO di
YouTube, dan Dailymotion
