Connect with us

Info Regional

Status Siaga Bencana Hidrometeorologi Di Cianjur Hingga Mei 2026

Published

on

Ilustrasi bencana banjir [medcom]

Cianjur, Bindo.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur, Jawa Barat, masih memberlakukan status siaga bencana hidrometeorologi sampai Mei 2026.

Kebijakan ini sebagai upaya antisipasi terhadap kondisi cuaca fase ekstrem serta potensi ancaman bencana.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, Asep Sudrajat menuturkan hampir seluruh wilayah Cianjur dilanda curah hujan tinggi. Ini bisa berpotensi menyebabkan bencana hidrometeorologi.

Ia mengatakan wilayah Cianjur punya tingkat risiko kebencanaan yang tinggi. Berbagai jenis bencana berpotensi terjadi, seperti banjir, longsor, pergeseran tanah, bahkan angin kencang dan puting beliung.

“Seperti di wilayah selatan, mulai dari Cibeber hingga Sindangbarang, rawan longsor dan pohon tumbang. Sedangkan di wilayah pesisir, terdapat ancaman banjir rob dan gelombang tinggi,” tutur Asep, Sabtu (17/1/2026).

Ia mengatakan hampir semua wilayah di Cianjur rawan bencana hidrometeorologi.

Asep mengatakan berbagai potensi bencana perlu diantisipasi sejak dini demi mencegah timbulnya korban jiwa dan kerugian materil.

“Edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat juga gencar dilakukan, terutama bagi warga yang tinggal di zona merah. Seluruh relawan atau Retana di setiap desa juga kita gerakkan untuk memastikan warga lebih siap menghadapi pontensi bencana,” ujarnya.

Asep meminta warga supaya bisa memitigasi bencana serta lebih peka pada gejala alam.

“Misalnya, apabila terjadi hujan lebat yang berlangsung terus-menerus dan lama, segera bersiap untuk mengevakuasi diri secara mandiri,” tuturnya.

Kata Asep, sepanjang tahun 2025 BPBD Cianjur mendata 243 kejadian bencana. Rinciannya yakni 125 kejadian longsor dan pergeseran tanah, 49 kejadian banjir, serta 69 kejadian disebabkan cuaca ekstrem.

“Dari seluruh kejadian tersebut, tercatat satu orang meninggal dunia, 2.200 rumah mengalami kerusakan, dan sebanyak 12.837 jiwa terdampak dan sempat mengungsi,” ujar Asep.

Prediksi BMKG

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Bandung telah memprediksi potensi hujan yang memiliki intensitas sedang hingga lebat di wilayah Jawa Barat selama sepekan ke depan. Hujan tersebut juga berpotensi disertai petir dan angin kencang.

Baca Juga  4 Pelaku Pengoplos Gas Elpiji Di Cianjur Raup Ratusan Juta Dalam Setahun Telah Diringkus Polisi

Puncak musim hujan tahun 2026, diperkirakan berlangsung sampai Maret 2026.

Sehingga, BMKG mengimbau kepada masyarakat agar mengambil langkah-langkah antisipatif supaya aktivitas harian tetap berlangsung aman dan lancar.

Masyarakat diminta agar selalu memantau informasi cuaca terkini di akun resmi BMKG agar terhindar dari informasi hoaks.

Ikuti berita terkini dari BINDO di
YouTube, dan Dailymotion