Connect with us

Info Regional

KKB Aibon Kogoya di Kabupaten Nabire Digrebek Personal Gabungan

Published

on

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Brigjen Pol Faizal Ramadhani [reportasepapua]

Jayapura, Bindo.id – Personel gabungan TNI dan Polri dari Satgas Habema, Satgas Rajawali dan Satgas Operasi Damai Cartenz melakukan penggerebekan di markas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Aibon Kogoya di Kabupaten Nabire, Papua Tengah.

Pada penggerebekan tersebut, KKB Aibon Kogoya melawan sehingga sekitar 5 jam terjadi kontak tembak.

Usai kontak tembak cukup lama, akhirnya KKB Aibon Kogoya melarikan diri ke dalam hutan. Aparat gabungan TNI-Polri menduduki salah satu markas KKB yang letaknya berada di tengah hutan.

Pada penggeledahan di markas KKB, aparat gabungan TNI-Polri melakukan pengamanan sejumlah barang bukti. Barang bukti yg diamankan yakni 561 butir amunisi berbagai kaliber untuk senjata laras panjang ataupun pendek, 10 magazen, magazen senjata api jenis SS1 serta senjata api jenis AK-101.

Diamankan juga 12 unit telepon genggam, 5 unit handy talky (HT), dan uang tunai sebesar Rp 79.900.000.

“Temuan lain yang menjadi perhatian aparat adalah dua unit telepon genggam yang diduga milik korban aksi kekerasan sebelumnya. Satu di antaranya diduga milik anggota Brimob Batalion C yang gugur akibat aksi penyerangan tahun lalu,” ujar Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Brigjen Pol Faizal Ramadhani, Senin (2/3/2026).

“Sementara satu unit lainnya diduga milik seorang karyawan sipil atau petugas keamanan dalam peristiwa pembakaran pos pengamanan PT. Kristalin di Nabire beberapa hari lalu,” tuturnya. 

Brigjen Faizal mengatakan langkah penindakan itu sebagai wujud nyata hadirnya negara untuk menjamin keamanan masyarakat.

“Ini merupakan komitmen negara untuk hadir di tengah masyarakat ketika terjadi aksi-aksi kekerasan. TNI-Polri tidak akan tinggal diam. Kami akan terus melakukan pengejaran dan penegakan hukum terhadap para pelaku kelompok kriminal bersenjata hingga mereka mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya.

Baca Juga  Terus Perkuat Konektivitas, DAMRI Layani Angkutan Perintis di Nabire

Sampai saat ini, aparat gabungan masih menyisir di sekitar lokasi untuk memastikan situasi benar-benar aman. Aparat gabungan juga memburu para pelaku yang melarikan diri.

Operasi penegakan hukum akan terus dilaksanakan secara terukur serta profesional untuk menjaga stabilitas keamanan di Papua.

Ikuti berita terkini dari BINDO di
YouTube, dan Dailymotion

Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *