Connect with us

Info Regional

Nenek Diduga Dianiaya Usai Tolak Penambangan Ilegal Di Jorong Lubuak Aro

Published

on

Nenek diduga dianiaya usai tolak tambang ilegal [kompas]

Padang, Bindo.id – Nenek Saudah yang berusia 68 tahun, diduga dianiaya pekerja tambang emas ilegal di Jorong Lubuak Aro, Nagari Matinggi Utara, Kecamatan Rao, Pasaman, Sumatera Barat.

Korban terluka di wajah dan tubuhnya memar-memar setelah berusaha menentang aktivitas tambang di lahannya.

Aksi kekerasan tersebut terjadi pada Kamis (1/1/2026) malam. Peristiwa ini dikecam keras dari LBH Padang.

LBH mendesak kepolisian agar segera melakukan pengusutan secara tuntas kasus pidana penganiayaan dan aktivitas tambang emas ilegal yang meresahkan warga di kawasan tersebut.

“Seolah-olah mereka penambang emas ilegal sudah berkuasa di sana. Ini tidak boleh dibiarkan,” ujar Kepala Divisi Kampanye LBH Padang, Calvin Nanda Permana, Selasa (6/1/2026).

Dampak Tambang Ilegal bagi Warga

Kata Calvin, selain kasus pidana penganiayaan pada sang nenek, polisi juga harus melakukan pengusutan secara tuntas praktik penambangan emas tanpa izin di wilayah tersebut.

Dari informasi yang dihimpun, aktivitas ilegal ini sudah berjalan selama setahun terakhir.

Hadirnya tambang tersebut tak hanya menyebabkan konflik fisik, namun juga akan merusak mata pencaharian warga sekitar.

Usaha keramba ikan milik warga setempat dilaporkan mati total sebab kondisi air sungai yang berganti jadi keruh pekat.

“Dalam setahun belakangan usaha keramba ikan warga mati akibat air sungai keruh yang diduga disebabkan karena aksi penambangan ilegal ini,” ujar Calvin.

Desakan Penegakan Hukum

Peristiwa penganiayaan ini resmi dilaporkan pihak keluarga korban ke pihak kepolisian pada Senin (5/1/2026).

Harapan LBH Padang, kepolisian bertindak tegas serta tak membiarkan aktivitas yang jelas-jelas melanggar hukum serta merusak lingkungan.

Calvin menuturkan polisi harus menunjukkan komitmennya untuk melindungi masyarakat dari intimidasi para pelaku tambang ilegal.

Dia juga mendesak supaya tak ada oknum yang mencoba bermain mata dengan pelaku tambang.

Baca Juga  TNI Aniaya Relawan Ganjar, Pakar Minta Aparat Hukum Perbaiki Aturan Tentang Knalpot Brong

“Ini menjadi ujian bagi penegak hukum di Pasaman untuk membuktikan bahwa negara hadir dan tidak kalah oleh pelaku tambang ilegal,” ujarnya.

Ikuti berita terkini dari BINDO di
YouTube, dan Dailymotion