Transportasi
Bus Gratis Dan Sistem Terminal Digital Disiapkan Kemenhub Jelang Lebaran 2026
Jakarta, Bindo.id – Kementerian Perhubungan telah mempersiapkan beberapa program untuk mendukung angkutan Lebaran 2026.
Salah satunya menyediakan program mudik gratis. Pelaksana tugas Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Ernita Titis Dewi menyebutkan program mudik gratis kembali diselenggarakan usai berlangsung sukses di angkutan Lebaran serta Natal dan Tahun Baru.
“Salah satunya adalah program mudik gratis yang sebelumnya telah sukses digelar, baik saat periode angkutan Lebaran maupun angkutan Natal & Tahun Baru,” ujar Titis pada keterangan resmi, Minggu (8/2/2026).
Program mudik gratis tahun ini telah dipersiapkan untuk ribuan pemudik. Armada yang dipersiapkan hingga ratusan bus.
Tujuan perjalanannya meliputi Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Yogyakarta, dan Sumatera. Pemerintah juga menambahkan tujuan baru.
“Kami mengajak masyarakat untuk terus memantau website resmi Kemenhub dan Ditjen Perhubungan Darat terkait mudik gratis agar tidak ketinggalan informasi,” ujar Titis.
Kemenhub juga memastikan tentang kesiapan sarana maupun prasarana transportasi. Fokus utamanya yakni aspek keselamatan perjalanan.
Pemeriksaan kendaraan dilakukan lewat inspeksi atau rampcheck pad angkutan orang sebelum beroperasi.
“Kesiapan sarana dengan melakukan inspeksi kendaraan (rampcheck) terhadap angkutan orang sebelum dioperasikan,” ujar Titis.
Direktur Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan Yusuf Nugroho menuturkan rampcheck tujuannya untuk memastikan kendaraan telah memenuhi persyaratan teknis maupun administrasi.
“Melalui rampcheck kami ingin memastikan masyarakat yang menggunakan angkutan umum untuk bepergian atau silaturahmi ke kampung halaman dapat merasa tenang, aman, dan nyaman selamat perjalanan. Sehingga dipastikan selamat sampai tujuan dan meminimalisir potensi kecelakaan dan fatalitas korban jiwa,” tutur Yusuf.
Hasil inspeksi diperlihatkan secara visual lewat stiker di kaca depan kendaraan. Kendaraan yang lulus rampcheck diberikan stiker laik jalan. Kendaraan yang tak memenuhi syarat diberikan stiker silang merah.
“Masyarakat tolong diperhatikan stiker yang tertempel di kaca depan kendaraan yang akan dinaiki atau disewa. Apabila menemukan kendaraan dengan stiker silang warna merah, sebaiknya tidak menggunakan kendaraan tersebut karena terindikasi tidak memenuhi aspek keselamatan,” ujar Yusuf.
Direktur Prasarana Transportasi Jalan Toni Tauladan menuturkan Kemenhub sudah memberlakukan sistem digital Terminal on System atau TOS.
Sistem ini diberlakukan di 115 terminal tipe A yang melayani angkutan antarkota antarprovinsi.
“Melalui sistem digital ini, proses rampcheck dapat dipantau secara online, termasuk untuk mengetahui status uji berkala kendaraan dan perizinan trayek,” tutur Toni.
Status kendaraan tampak langsung lewat sistem. Kendaraan berstatus hijau dapat diproses untuk persetujuan jalan. Kendaraan yang belum memenuhi ketentuan melakukan pemeriksaan ulang secara manual.
“Kalau dilihat di sistem TOS, uji berkala dan trayek terpantau hijau, kendaraan bisa langsung diproses untuk mendapat persetujuan jalan dari kepala terminal. Namun jika belum memenuhi ketentuan, maka akan dilakukan pemeriksaan ulang secara manual oleh petugas di terminal,” ujar Toni.
Kesiapan prasarana juga fokus pada fungsi terminal. Terminal diposisikan untuk simpul transportasi utama selama masa mudik.
Toni mengatakan pentingnya naik dan turun bus di terminal. Setiap kendaraan yang masuk terminal diperiksa sesuai dengan standar operasional prosedur.
“Angkutan yang berangkat melalui terminal dalam SOP-nya selalu ada proses rampcheck. Ketika kendaraan dan awaknya telah memenuhi persyaratan laik jalan, barulah armada tersebut mendapat izin jalan dari kepala terminal,” tutur Toni.
Masyarakat diimbau untuk tertib serta memilih angkutan berkeselamatan. Kemenhub juga mengingatkan pemudik untuk memperhatikan rambu lalu lintas dan pengaturan arus selama mudik.
Informasi cuaca serta potensi wilayah rawan bencana juga perlu diperhatikan, khususnya pemudik yang menyeberang.
“Penting bagi masyarakat memperhatikan informasi cuaca dan potensi wilayah rawan bencana dari BMKG, khususnya bagi pemudik yang akan melakukan penyeberangan agar perjalanan mudik dapat direncanakan dengan lebih aman,” ujar Toni.
Pemudik pengguna kendaraan pribadi diminta untuk mempersiapkan kendaraan serta menjaga kondisi fisik. Waktu istirahat perlu diperhatikan supaya tak memaksakan diri ketika berkendara.
Kemenhub mempersiapkan beberapa titik rest area untuk mendukung keselamatan perjalanan.
“Untuk mendukung hal tersebut, Kemenhub mempersiapkan sejumlah titik istirahat (rest area) guna memastikan perjalanan mudik berlangsung aman dan masyarakat selamat sampai tujuan,” tutur Toni.
Yusuf menegaskan tentang pentingnya kesadaran keselamatan bertransportasi ketika mobilitas masyarakat meningkat.
“Kendaraan yang berkeselamatan merupakan harapan seluruh warga negara Indonesia, sehingga masyarakat yang akan melakukan perjalanan memiliki kenyamanan, ketenangan dalam bertransportasi dan selamat sampai tujuan,” ujar Yusuf.
Masyarakat juga diminta untuk menggunakan aplikasi Mitra Darat milik Kemenhub.
Aplikasi tersebut memperlihatkan status kelaikan kendaraan angkutan orang. Dengan aplikasi tersebut, masyarakat dapat mengecek masa berlaku uji berkala KIR dan dokumen izin penyelenggaraan angkutan atau Kartu Pengawasan.
“Kementerian Perhubungan telah menyiapkan aplikasi Mitra Darat, masyarakat bisa melakukan pengecekan kondisi status kendaraan yang akan digunakan. Caranya dengan mengakses aplikasi Mitra Darat dan masukkan plat nomor kendaraan sehingga akan muncul status keselamatan kendaraan,” tutur Yusuf.
Perawatan berkala di bengkel tepercaya tetap disarankan untuk pera pengguna kendaraan pribadi. Perencanaan rute serta penyesuaian kecepatan perlu dilakukan sesuai dengan kondisi jalan dan cuaca.
Ia mengatakan kondisi pengemudi dalam keadaan sehat dan prima. Dirinya juga mengimbau agar pengendara beristirahat secara berkala setiap 2 jam dan tak memaksakan diri mengemudi lebih dari 4 jam tanpa beristirahat.
Ikuti berita terkini dari BINDO di
YouTube, dan Dailymotion
