Connect with us

Ekonomi

Alasan Izin Pendirian Unit Syariah Indonesia Dicabut OJK

Published

on

Ilustrasi kantor manulife [fortuneindonesia]

Jakarta, Bindo.id – Izin pendirian unit syariah PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (Manulife Indonesia) kini dicabut Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Pencabutan izin pendirian unit syariah tersebut ditetapkan lewat Keputusan Kepala Departemen Perizinan, Pemeriksaan Khusus dan Pengendalian Kualitas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun Nomor KEP712/PD.02/2025 tanggal 24 Desember 2025.

Kepala Departemen Perizinan, Pemeriksaan Khusus dan Pengendalian Kualitas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK, I Wayan Wijana menuturkan pencabutan izin itu terkait dengan pemisahan unit syariah Manulife Indonesia ke PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia Syariah (Manulife Syariah Indonesia).

“Pencabutan Izin Pendirian Unit Syariah PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia merupakan tindak lanjut dari Rencana Kerja Pemisahan Unit Syariah dengan mengalihkan pengelolaan Unit Syariah kepada PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia Syariah,” ujar I Wayan pada pengumuman resmi, Selasa (6/1/2026).

Dicabutnya izin pendirian unit syariah Manulife Indonesia, maka

Perusahaan tersebut dilarang mengadakan kegiatan usaha di bidang asuransi jiwa dengan prinsip syariah usai Dicabutnya izin pendirian unit syariah Manulife Indonesia.

Namun, I Wayan memastikan, adanya pencabutan izin itu tak berdampak pada operasional Manulife Indonesia.

Perusahaan beralamat di Gedung Sampoerna Strategic Square, South Tower Lantai 3-17, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 45-46, Jakarta Selatan, 12930 tersebut tetap bisa meneruskan kegiatan usaha konvensional seperti biasa.

Manulife Syariah Indonesia mulai beroperasi secara penuh sejak tanggal 1 Desember 2024.

Unit syariah Manulife Indonesia tersebut dibentuk untuk memperkuat kehadiran Manulife Indonesia pada sektor keuangan syariah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia tentang produk dan layanan berbasis prinsip syariah yang terus mengalami peningkatan.

Berbagai produk ditawarkan Manulife Syariah Indonesia seperti produk perlindungan jiwa, kesehatan, dan perencanaan keuangan berbasis syariah.

Baca Juga  OJK Resmi Berikan Izin BEI Sebagai Penyelenggara Bursa Karbon

Per Oktober 2025, Manulife Syariah Indonesia mendata peningkatan total aset kelolaan syariah senilai Rp 1,69 triliun.

Pendapatan tersebut asalnya dari kontribusi Tabarru’, Tanahud, ujrah, serta alokasi investasi senilai Rp 534 miliar.

Sejak spinoff tanggal 1 Desember 2024 sampai akhir Oktober 2025, Manulife Syariah Indonesia sudah memperlihatkan komitmennya dengan membayar klaim senilai Rp 248 miliar.

Di tahun 2025, perusahaan juga mengeluarkan berbagai produk baru, diantaranya Manulife Perlindungan Syariah (Flexi), Proteksi Prima Berkah (PPB), serta MiUltimate Healthcare Syariah (MiUHC Syariah).

Ikuti berita terkini dari BINDO di
YouTube, dan Dailymotion