Connect with us

Peristiwa

Kebakaran KMP Batu Mandi, Pangkalan KPLP Tanjung Priok Libatkan Kapal Patroli, Tim SAR, dan Marine Pollution

Published

on

Foto istimewa

Jakarta (Bindo.id) – Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas I Tanjung Priok, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan, mengerahkan unsur kapal patroli KPLP dan personel untuk mendukung penanganan musibah kebakaran KMP Batu Mandi di perairan Selat Sunda.

Selat Sunda merupakan bagian dari wilayah kerja pengawasan Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok. Sejak menerima informasi kejadian, unsur Pangkalan bergerak untuk mendukung penanganan keadaan darurat dengan mengutamakan keselamatan jiwa, pemadaman kebakaran, pencarian dan pertolongan serta evakuasi korban, pengamanan lokasi kejadian, dan perlindungan lingkungan laut marpol.

Operasi dari Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok dipimpin langsung oleh Kepala Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok, Fourmansyah, S.H., M.M., M.H., yang telah berada di lokasi sejak kejadian untuk mengoordinasikan pergerakan unsur dan personel serta bersinergi dengan instansi dan stakeholder terkait.

Tiga Kapal Patroli dan Tim Terpadu Dikerahkan

Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok mengerahkan KN Jembio P.215 ke lokasi musibah untuk melaksanakan operasi pemadaman kebakaran kapal, bantuan SAR dan evakuasi korban, serta pengamanan lokasi kejadian.

Operasi diperkuat dengan pengerahan KN Trisula P.111 untuk mendukung pemadaman sekaligus melaksanakan langkah pencegahan dan penanggulangan potensi pencemaran laut sebagai dampak dari kejadian tersebut.

KN Trisula P.111 membawa dukungan peralatan penanggulangan pencemaran berupa oil boom yang dipersiapkan untuk digelar pada Rabu pagi, 21 Oktober 2026, guna melokalisasi potensi sebaran pencemaran dan meminimalkan dampaknya terhadap perairan serta lingkungan laut marine pollution.

Dukungan operasi juga diperkuat melalui KN Kujang P.201, dengan pengerahan kru/personel dari sisi darat untuk membantu evakuasi korban serta mendukung kebutuhan operasi di lapangan.

Selain unsur kapal patroli, Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok menurunkan Tim SAR Pangkalan dan Tim Marine Pollution/Petugas Penanggulangan Pencemaran Laut. Tim SAR difokuskan untuk mendukung pencarian, pertolongan dan evakuasi korban, sementara Tim Marine Pollution melakukan pemantauan kondisi perairan serta mempersiapkan langkah pencegahan, lokalisasi dan penanggulangan potensi pencemaran laut.

Baca Juga  Pangkalan KPLP Tanjung Priok dan KSOP Kelas I Panjang Lampung Perkuat Sinergi Penegakan Hukum Maritim di Lampung

Operasi Terpadu Bersama Instansi dan Stakeholder

Seluruh rangkaian operasi dilaksanakan secara terpadu, terkoordinasi dengan KSOP Merak dan bersinergi dengan instansi serta stakeholder terkait di wilayah operasi sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.

Sinergi tersebut diarahkan untuk memastikan penanganan musibah berjalan efektif, mulai dari pemadaman kebakaran, pencarian dan pertolongan, evakuasi korban, pengamanan lokasi kejadian, hingga pencegahan dan penanggulangan pencemaran laut.

“Prioritas utama kami adalah keselamatan jiwa. Seluruh unsur yang kami kerahkan bergerak untuk mendukung pemadaman kebakaran, pencarian dan pertolongan serta evakuasi korban, sekaligus melakukan pengamanan lokasi kejadian. Pada saat yang sama, kami mengantisipasi dampak terhadap lingkungan laut dengan menyiapkan Tim Marine Pollution dan oil boom untuk melokalisasi potensi pencemaran. Seluruh operasi dilaksanakan dengan berkoordinasi dan bersinergi bersama instansi serta stakeholder terkait,” ujar Kepala Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok, Fourmansyah, S.H., M.M., M.H.

Data Kapal, Penumpang dan Kendaraan

Berdasarkan data yang diperoleh, KMP Batu Mandi tercatat melaksanakan pelayaran Bakauheni–Merak pada 20 Oktober 2026. Kapal berbendera Indonesia tersebut memiliki IMO Number 9759733, Gross Tonnage 5.553 GT dan Call Sign PLMI, dengan Edy Supramono sebagai Nakhoda. Data yang diperoleh juga mencatat jumlah awak kapal sebanyak 40 orang termasuk Nakhoda.

Berdasarkan manifest, tercatat 420 penumpang dan 89 kendaraan. Dari jumlah penumpang tersebut, 27 orang merupakan penumpang pejalan kaki, terdiri atas 17 laki-laki dewasa, 9 perempuan dewasa dan 1 balita. Sementara 393 orang tercatat sebagai penumpang dalam kendaraan.

Sebanyak 89 kendaraan terdiri atas Golongan II sebanyak 6 unit, Golongan IVA 25 unit, Golongan IVB 20 unit, Golongan VB 13 unit, Golongan VIA 6 unit, Golongan VIB 9 unit, serta Golongan VII 10 unit.

Baca Juga  Warga Diminta Jaga Jarak Radius 5 Kilometer Dari Kawah Aktif Sebab Status Gunung Anak Krakatau Naik Jadi Level III Siaga

Dengan demikian, berdasarkan data yang diperoleh, tercatat 420 penumpang dan 40 awak kapal, atau keseluruhan 460 orang penumpang dan awak kapal, serta 89 kendaraan.

Penanganan Berlanjut Hingga Kondisi Aman

Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok akan terus berkoordinasi dan bersinergi dengan seluruh instansi serta stakeholder terkait sesuai tugas dan kewenangan masing-masing, sekaligus melakukan pemantauan perkembangan situasi hingga proses penanganan keadaan darurat selesai dan kondisi di lokasi dinyatakan aman.

Penanganan tetap mengedepankan keselamatan jiwa, efektivitas operasi SAR dan pemadaman, pengamanan lokasi kejadian, serta perlindungan lingkungan laut.

Perkembangan mengenai evakuasi dan kondisi korban, operasi pemadaman, pengamanan lokasi maupun kondisi lingkungan laut akan disampaikan berdasarkan hasil verifikasi dan perkembangan resmi di lapanganm

Data Singkat KMP Batu Mandi

Nama Kapal: KMP Batu Mandi

Rute: Bakauheni–Merak

Bendera: Indonesia

Nakhoda: Edy Supramono

IMO Number: 9759733

Gross Tonnage: 5.553 GT

Call Sign: PLMI

Penumpang: 420 orang

Awak Kapal: 40 orang termasuk Nakhoda

Penumpang + Awak Kapal: 460 orang

Kendaraan: 89 unit

Unsur Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok:

KN Jembio P.215

KN Trisula P.111

KN Kujang P.201

Tim SAR Pangkalan

Tim Marine Pollution/Petugas Penanggulangan Pencemaran Laut.(ahmad)

Ikuti berita terkini dari BINDO di
YouTube, dan Dailymotion