Connect with us

Transportasi

Refleksi 21 Tahun Transjakarta, Sutiyoso Tekankan Peran Transportasi Publik bagi Jakarta

Published

on

Foto istimewa

Jakarta (Bindo.id) – Transjakarta menggelar kegiatan Dialog Refleksi 21 Tahun Layanan Transjakarta sebagai momentum evaluasi dan penguatan peran transportasi publik di Ibu Kota, Senin (19/1/2026). 

Acara ini dihadiri sejumlah tokoh penting yang berperan dalam perjalanan sistem transportasi massal Jakarta dan kerja sama Inisiatif Strategis Transportasi (INSTRAN), Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Wilayah Jakarta, Komite Penghapusan Bensin Bertimbel (KPBB).

Hadir dalam dialog tersebut Sutiyoso, Gubernur DKI Jakarta periode 1997–2007 yang dikenal sebagai penggagas awal sistem Bus Rapid Transit (BRT) di Jakarta. Selain itu, turut hadir Direktur Utama PT Transjakarta, perwakilan Suara Transjakarta, serta Prof. Dr. Bambang Susantono, pakar transportasi nasional.

Dalam paparannya, Sutiyoso menegaskan bahwa kehadiran Transjakarta sejak 21 tahun lalu merupakan langkah strategis dalam mengubah pola mobilitas masyarakat Jakarta. Menurutnya, transportasi publik yang andal menjadi kunci mengatasi kemacetan, polusi, dan ketimpangan akses transportasi.

“Transjakarta lahir dari kebutuhan Jakarta akan sistem transportasi massal yang terjangkau, manusiawi, dan berkelanjutan. Tantangannya kini adalah bagaimana terus beradaptasi dengan kebutuhan generasi muda,” ujar Sutiyoso.

Direktur Utama PT Transjakarta menyampaikan bahwa hingga saat ini Transjakarta terus berbenah melalui integrasi layanan, peningkatan kualitas armada, serta pemanfaatan teknologi digital. Ia juga menyoroti perubahan karakter pengguna Transjakarta yang kini didominasi oleh perempuan serta generasi Z dan milenial dan total pelanggan di tahun 2025 adalah 1,4 juta orang per hari 

Sementara itu, Prof. Bambang Susantono menekankan pentingnya kesinambungan kebijakan transportasi publik agar tidak terputus oleh pergantian kepemimpinan. Menurutnya, Transjakarta merupakan fondasi penting menuju sistem transportasi perkotaan yang berkelanjutan dan berorientasi pada pengguna.

Perwakilan Suara Transjakarta dalam kesempatan tersebut menyampaikan aspirasi pengguna, termasuk kebutuhan peningkatan kenyamanan, ketepatan waktu, dan keselamatan penumpang.

Baca Juga  50 Bangkai Bus Transjakarta Bekas Terbakar Di Terminal Rawa Buaya

Dialog refleksi ini menjadi ruang kolaboratif antara pemangku kebijakan, pengelola, akademisi, dan pengguna untuk memastikan Transjakarta tetap relevan dan menjadi tulang punggung mobilitas warga Jakarta di masa depan.(ahmad)

Ikuti berita terkini dari BINDO di
YouTube, dan Dailymotion